Saturday, June 7, 2014

Sedikit tentang Cita-cita

(Main Section)

Tibalah saatnya gue pulang dari kantor. Ohiya harusnya gue dateng ke acaranya AIESEC di East Coast, tapi berhubung temen gue si panitia yang minta gue dateng malah gabisa dihubungin dan itu udah lumayan malem, jadi gue rasa gue langsung pulang aja ke kos.

And this is where all the wondering began.

Setelah kemaren kemaren gue kebiasa nonton How I Met Your Mother, gue jadi punya kebiasaan nonton film di laptop (instead of playing some games like i used and probably will do again). Dan malem ini film berjudul "Wall Street : Money Never Sleep" yang jadi tontonan gue. Nah disinilah gue mulai keinget sesuatu yang menurut gue sangat penting.

You see, sejak kelas 3 SMA, gue mulai bener bener tertarik sama yang namanya sistem finansial. bukan skala kecil atau mikro, tapi gue bener bener tertarik sama sistem ekonomi makro, terutam pasar modal. Not only in a certain country, but globally. kayak keputusan seseorang di wall street bakal nentuin nasib sistem ekonomi seluruh dunia.

Aside from the movie, gue bener bener ngeliat apa yang jadi bayangan gue selama ini. bekerja tanpa bos, bicara uang besar, orang orang berpengaruh, and of course graph and numbers. not like some random numbers i always found in physics, but some real numbers! money numbers! Ya! gue bener bener terpukau sama yang namanya dunia finansial.

dan sejak gue kerja impian gue makin jelas. Gue pengen punya perusahaan sendiri yang bakal punya pengaruh besar di pasar modal. mungkin sebesar institusi sekelas Fannie Mae, HSBC, JP Morgan (yang belom lama ini ngajuin bangkrut tapi semoga perusahaan gue nanti enggak) atau bahkan Berkshire Hathaway. Yeah, kedengerannya emang muluk. gimana seorang geu yang selama ini sering cuma males malesan, IPK jelek, link biasa biasa aja bakal bisa dapetin semua itu?

Well gue sendiri nggak yakin, but come on man That's the dream! apapun caranya, someday sebelum gue mati, seenggaknya gue udah harus mencapai semua itu. Karena dibalik semua duit yang gue mau itu sebenernya gue punya keinginan yang justru menurt gue jauh lebih besar lagi. you see, ketika seseorang udah sampe di puncak kekayaan yang bener bener kaya (bukan kaya nya orang kaya baru), hampir 100% orang orang semacam itu bakal jadi filantrofis.

gausah jauh jauh, liat Bill Gates, Warren Buffet, Zuckerberg, Page & Brinn, semuanya punya yayasan dermawan. Dan gue pengen kayak gitu! gue pengen buktiin kalo ngerubah dunia itu nggak lewat omong kosong, orasi orasi bullshit, apalagi aksi anarkis tolol yang selama ini dipertontonkan ke publik oleh orang orang yang "ngakunya" berniat memperbaiki keadaan itu. Padahal, apasih yang bisa mereka rubah lewat kayak gituan? selain cuma nyampah, mereka juga literally "nyampah" dimana mana setiap abis gelar aksi gituan.See? mana ada pengaruhnya orang orang kayak gitu buat mereka yang punya otak dan power diatas sana.

And that's what i was thinking all the time. you know, gue kuliah di suatu kampus yang katanya sih "luar biasa" banget organisasinya. and guess what did i feel about them? sometimes, gue malah jadi kasian banget sama mereka. seriously, sering banget sebagian besar dari mereka itu bener bener naif cara pandangnya terhadap dunia. mereka gak pernah bener bener tau ada apa diluar sana. makin banyak kajian ini itu yang dilaksanain (dari cara pandang dan idealisme mereka), gue bener bener semakin kasian.

Hal hal itu juga makin numpuk di pikiran gue. Apa sih sebenernya yang harus gue lakuin buat ngejar cita cita gue? after all i've been already in a wrong degree. kuliah yang gue ambil tuh bener bener 180 derajat kebalikan sama apa yang gue pengenin. Scientist is always below those making economic decision. itu udah pasti. karena scientist butuh dana dan pengusaha pengusaha itulah yang mempekerjakan scientist. (no argument here, it's just the bitter fact)

That's when i realized why i always want to reach higher. Target gue adalah dunia, gue nggak akan puas sebelum bisa mencapai dunia, even if it means going astray for quite a bit in the most earlier stages. but hey, gue baru 19 tahun. Ngelihat secara optimis umur gue masih panjang. Banyak hal diluar sana yang masih banyak harus gue tau. Jujur aja, gue emang besar dilingkungan bebas. dan kebetulan gue sangat suka hal kayak gitu, karena berarti semua jalan untuk dapetin apa yang gue mau sebenrnya kebuka lebar. Dan gue udah memutuskan, gue harus ngerasain semua sisi dunia sebelum semuanya terlambat. Gue harus gali pengalamn sebanyak mungkin dimanapun, kapanpun dan lewat cara apapun. Karena tanpa pengalaman dan know how yang cukup, percaya deh idealisme itu nggak lebih dari sampah yang justru bakal ngubur diri seseorang makin jauh dari wujudin mimpi mimpinya.

Anyway, emang sih gue masih banyak keterbatasan. tapi seenggaknya gue masih bebas berfikir tanpa batas. and you know what? otak, pikiran, imajinasi dan perasaan sebenernya adalah penghargaan terbesar yang manusia bisa dapetin. Because afterall, it's only the dreams that matter. dan gue, sebagai anak kost yang hidup sendiri, gue cuma punya satu tujuan. jadiin diri gue berhasil ngeraih apa cita cita gue, dan bikin orang tua gue bangga.

And just like a saying in one of the video clip of 30 seconds to mars song. "Sometimes you don't have anything else, except your dream."

No comments:

Post a Comment